Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang luar biasa, berkemenangan, penuh berkat dan sukacita di dalam Tuhan. Tetapi sayang banyak orang Kristen belum mengalaminya. Mengapa? Karena banyak orang percaya memandang diri mereka seperti sebelum berada di dalam Tuhan.
Tuhan memandang Gideon sebagai seorang pahlawan gagah perkasa, namun Gideon memandang dirinya sebagai orang yang paling muda, paling kecil, dan bukan sebagai seorang pahlawan. Sampai Gideon percaya apa yang dikatakan oleh Tuhan tentang dirinya, baru ia dapat melihat kuasa Tuhan bekerja di dalam dan melalui hidupnya, sehingga ia dapat dipakai oleh Tuhan untuk membebaskan bangsanya dari orang-orang Midian.
Sangat penting bagi kita untuk dapat melihat diri kita di dalam Kristus. Untuk tujuan inilah buku "It's A New Life" ditulis, supaya kita yang telah percaya kepada Yesus, kita dapat mengetahui kehidupan baru yang telah Tuhan berikan kepada kita dan mengalami kehidupan baru yang luar biasa itu sepanjang hidup kita.
Selamat membaca dan mengalami AnugerahNya.
Penulis: Hendra Zefanya
Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang luar biasa, berkemenangan dan penuh kemuliaan Tuhan. Kehidupan yang ada di dalam berkat Tuhan. Kehidupan yang penuh dengan sukacita dan damai sejahtera. Kehidupan yang menjadi contoh dan teladan bagi orang lain dan kehidupan yang menjadi berkat bagi banyak orang.
Tetapi sayang banyak orang Kristen yang belum mengalaminya, atau sesekali mengalaminya atau bahkan sama sekali tidak mengalaminya. Padahal ketika pada saat seseorang percaya kepada Yesus dan menjadikanNya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, ada sesuatu yang ajaib yang Tuhan kerjakan di dalam kehidupannya, sesuatu yang supraalami. Seperti yang tertulis dalam firman Tuhan di dalam 2 Korintus 5:17.
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru telah datang."
Firman Tuhan mengatakan bahwa sesuatu yang luar biasa terjadi yaitu kehidupan yang lama telah berlalu, sudah hilang lenyap dan kehidupan yang baru telah datang.
Tetapi mengapa banyak orang Kristen belum atau bahkan tidak mengalaminya? Yang mana mereka masih hidup dengan ciptaan yang lama bahkan cenderung dikuasai oleh ciptaan yang lama padahal ciptaan yang lama itu sudah berlalu.
Di manakah ciptaan yang baru yang sudah datang itu, di mana letak kesalahannya, pada pihak Tuhankah? Yang pasti kesalahan bukan pada pihak Tuhan. Lalu di mana letak kesalahannya? Tentunya ada pada orang Kristen itu sendiri. Banyak orang Kristen tidak mengetahui kebenaran firman Tuhan mengenai kehidupan baru yang Allah berikan kepada kita melalui karya AnakNya, yaitu Yesus Kristus bagi kita yang percaya kepadaNya.
Jika orang Kristen tahu kebenaran tentang apa yang Allah berikan kepada setiap orang percaya, maka itu akan memerdekakan mereka dari segala akibat yang disebabkan karena ketidaktahuan itu sendiri. Seperti ada tertulis di dalam Yohanes 8:32.
"Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Kehidupan baru yang Tuhan berikan kepada setiap orang percaya tidak dapat dibandingkan dengan kehidupan yang dikerjakan oleh usaha manusia manapun yang ingin membuat hidupnya menjadi lebih baik dengan melakukan hal-hal yang baik atau hal-hal yang lebih baik.
Kehidupan baru yang diberikan Tuhan kepada orang percaya adalah kehidupan yang dahsyat dan menakjubkan. Itu hanya dapat dikerjakan oleh kuasa Tuhan sendiri.
Itu yang Yesus katakan kepada seorang perempuan Samaria yang bertemu denganNya di dekat sebuah sumur yang kisahnya kita bisa baca di Injil Yohanes 4,
"Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." [Yohanes 4:14]
Dalam kisah itu Yesus sedang membandingkan antara air atau "kehidupan" yang diberikan oleh Yesus itu lebih dahsyat dari air atau "kehidupan" yang diberikan oleh sumur Yakub yang menggambarkan usaha-usaha manusia.
Artinya jika Anda telah percaya kepada Yesus dan menjadikanNya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi Anda, Anda telah meminum air hidup itu dari Yesus dan Anda telah menerima kehidupan yang luar biasa itu, kehidupan yang seperti mata air yang terus memancar keluar yang memberkati dirinya sendiri maupun orang lain.
MELIHAT DIRI KITA DI DALAM KRISTUS
Kehidupan baru yang diberikan Tuhan melalui Kristus adalah kehidupan yang luar biasa. Tetapi sayangnya banyak kali kita sebagai orang-orang percaya masih melihat diri kita seperti sebelum kita ada di dalam Kristus, atau kita melihat diri kita berdasarkan penampilan luar kita, berdasarkan latar belakang kita.
Itu yang dialami oleh Gideon dalam Perjanjian Lama. Pada masa itu bangsa Israel di bawah kuasa orang-orang Midian, mereka sangat ketakutan sekali terhadap orang-orang Midian itu. Pada suatu saat datanglah Malaikat Tuhan kepada Gideon yang sedang ada di tempat yang tersembunyi.
Dan Malaikat Tuhan itu berkata kepada Gideon: "Tuhan menyertai engkau, hai pahlawan yang gagah perkasa." Tuhan melihat diri Gideon sebagai seorang pahlawan yang gagah perkasa. Tetapi Gideon melihat dirinya bukan sebagai seorang pahlawan, dia melihat dirinya sebagai orang yang paling muda, paling kecil, dan bukan sebagai seorang pahlawan.
Sampai Gideon percaya apa yang dikatakan oleh Tuhan tentang dirinya, baru ia dapat melihat kuasa Tuhan bekerja di dalam dan melalui hidupnya, sehingga ia dapat dipakai oleh Tuhan untuk membebaskan bangsanya dari orang-orang Midian.
Sangat penting bagi kita untuk dapat melihat diri kita di dalam Kristus. Supaya kita dapat hidup seperti apa yang Tuhan telah tetapkan bagi kita di dalam Kristus, yaitu kehidupan baru yang luar biasa.
Untuk tujuan inilah buku "It's A New Life" saya tulis, supaya kita yang telah percaya kepada Yesus, kita dapat mengetahui kehidupan baru yang telah Tuhan berikan kepada kita.
Dan tentunya bukan hanya sekadar kita mengetahuinya saja, tetapi kita mengalami kehidupan baru yang luar biasa itu sepanjang hidup kita. Sehingga hidup kita dapat memuliakan Tuhan dan dapat menjadi berkat bagi banyak orang.
Saya berdoa kepada Tuhan, kiranya Dia memberikan roh hikmat dan wahyu kepada para pembaca buku "It's A New Life" ini, sehingga memberikan pencerahan kepada mereka, sehingga sementara sedang membaca atau sudah selesai membaca buku ini, mereka mengalami kasih karuniaNya yang telah dilimpahkan kepada setiap orang percaya.
Selamat membaca dan mengalami AnugerahNya.
Dalam anugerahNya,
Hendra Zefanya
Pada saat seseorang percaya kepada Yesus bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamatnya, maka saat itu juga dia mengalami apa yang pernah dikatakan oleh Yesus kepada Nikodemus di dalam Yohanes 4, yaitu "dilahirkan kembali" menjadi ciptaan baru. Ada perubahan di dalam inti keberadaan hidupnya. Dia menjadi manusia baru, yang lama telah berlalu dan yang baru sudah datang.
Untuk mengerti lebih lagi seperti apakah kehidupan manusia baru kita ini, maka kita perlu mengerti lebih dahulu apa yang ditulis oleh rasul Paulus di dalam 1 Tesalonika 5:23.
"Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita."
Rasul Paulus menjelaskan kepada kita bahwa ternyata manusia itu terdiri dari 3 bagian, yaitu roh, jiwa dan tubuh. Tetapi inti dari keberadaan manusia yang sebenarnya adalah rohnya. Itu dapat kita ketahui pada saat Allah menjadikan manusia pertama itu.
Allah membentuk manusia itu yaitu Adam dari debu tanah, tetapi sebelum Allah menghembuskan napas hidup kepadanya, manusia itu belum menjadi makhluk hidup. Tetapi setelah Allah menghembuskan napas hidup, barulah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
"Menghembuskan napas hidup" juga mempunyai arti menghembuskan roh. Jadi Allah memberikan roh kepada manusia yang membuat manusia itu menjadi makhluk hidup. Jadi inti keberadaan manusia adalah rohnya. Rohnya dijadikan menurut rupa dan gambar Allah yang adalah Roh adanya, seperti yang tertulis di Injil Yohanes 4:24.
"Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
Sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, roh manusia mempunyai kemampuan untuk bersekutu dengan Allah, rohnya sempurna, begitu juga dengan jiwa dan tubuhnya, mengikuti apa yang terjadi di dalam rohnya dan mereka mempunyai kemuliaan Tuhan, diciptakan menurut rupa dan gambar Allah. Juga kepada mereka diberikan kuasa oleh Tuhan untuk memerintah atas semua ciptaan Tuhan yang lainnya.
Roh manusia memiliki kemampuan untuk menaati Allah. Tetapi Allah memberikan manusia kehendak bebas untuk memilih menaati Allah atau yang lain. Karena Allah tidak menjadikan manusia seperti robot. Itulah keadaan manusia pada awalnya sebelum jatuh ke dalam dosa. Sempurna, dahsyat dan ajaib kejadian manusia itu seperti yang dikatakan oleh Daud dalam Mazmur 139:14.
"Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat dan jiwaku benar-benar menyadarinya."
KEADAAN MANUSIA SETELAH JATUH KE DALAM DOSA
Manusia diberi kehendak bebas untuk memilih menaati Allah atau tidak. Dan ternyata dengan kehendak bebasnya itu manusia memilih untuk tidak menaati Allah tetapi menaati si iblis.
Dengan memercayai dustanya si iblis melalui ular yang telah menipu mereka, mereka jatuh ke dalam dosa. Dengan memakan buah pengetahuan baik dan jahat yang dilarang oleh Tuhan supaya tidak dimakannya. Dan sebagai akibat ketidaktaatan mereka [Adam dan Hawa], mereka jatuh ke dalam dosa dan menjadi orang berdosa serta dikuasai oleh dosa.
ROH MANUSIA MENGALAMI KEMATIAN
"Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." [Kejadian 2:17]
"Pastilah engkau mati", adalah akibat yang terjadi pada manusia [Adam] pada saat makan buah pengetahuan baik dan jahat. Apa yang mati dari manusia? Apakah setelah Adam dan Hawa makan buah yang dilarang itu mereka langsung mati? Ternyata tubuh dan jiwa mereka tidak langsung mati pada saat itu, tetapi yang mati pada saat itu dari Adam dan Hawa adalah rohnya.
Bagaimana dengan jiwa dan tubuhnya? Jiwa manusia mengalami kerusakan, pikirannya negatif, perasaannya negatif dan kehendaknya negatif. Dan tubuhnya dikuasai oleh kelemahan yang akhirnya suatu saat akan mengalami kematian.
Roh manusia yang telah mati tidak dapat lagi bersekutu dengan Allah, sehingga manusia terpisah dari Allah selama lamanya. Keserupaan dengan Allah di dalam roh Adam menjadi rusak.
AKIBAT DOSA ADAM TERHADAP SEMUA MANUSIA
"Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa." [Roma 5:12]
Dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang [Adam] dan membuat semua manusia menjadi berdosa. Manusia berdosa bukan karena apa yang ia perbuat tetapi karena apa yang telah Adam perbuat. Manusia menjadi orang berdosa karena ada benih dosa Adam di dalam hidupnya sehingga apa saja yang diperbuat oleh manusia adalah perbuatan dosa.
Pikiran manusia semata-mata jahat dan manusia menolak Allah dan manusia hidup hanya untuk memuaskan keinginan diri sendiri saja sehingga manusia dikuasai oleh dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Dan sebagai akibatnya semua manusia akan menerima murka Allah yaitu kematian kekal yaitu terpisah dari Allah selama-lamanya, karena upah dosa adalah maut.
Manusia menjadi hamba dosa dan apa saja yang dilakukan oleh manusia semata mata jahat adanya. Bahkan semua perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia seperti kain kotor di hadapan Allah. Dan itu semua tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri apalagi orang lain dari murka Allah.
HANYA ALLAH YANG DAPAT MENYELAMATKAN SEMUA MANUSIA
Pada awalnya, jauh sebelum Allah menjadikan manusia dengan kehendak bebas yang Allah berikan kepada manusia, Allah yang Mahatahu sudah mengetahui bahwa manusia yang dijadikanNya akan menggunakan kehendak bebasnya untuk memilih tidak menaati Allah. Allah sudah mempersiapkan rencanaNya yang kekal untuk melakukan penebusan terhadap manusia.
APA YANG ALLAH LAKUKAN UNTUK MENYELAMATKAN MANUSIA YANG BERDOSA?
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" [Yohanes 3:16]
Walaupun manusia telah berbuat dosa dan telah menolak Dia, Allah adalah kasih, yang tetap mengasihi manusia bahkan Dia bukan hanya mengasihi tetapi begitu besar kasihNya terhadap manusia. Dia rela memberikan AnakNya yang tunggal yaitu Yesus kepada manusia, supaya bagi yang percaya kepada Yesus tidak binasa, tidak lagi dihukum, tidak lagi menerima murka Allah tetapi beroleh hidup yang kekal. Boleh diterima oleh Allah dan dapat bersekutu dengan Allah. Itulah yang Allah lakukan untuk menyelamatkan manusia yang berdosa, supaya manusia dapat kembali kepadaNya.
APA YANG TELAH DILAKUKAN YESUS SEHINGGA MANUSIA DAPAT DISELAMATKAN?
Puji Tuhan, dengan kematianNya di kayu salib, Yesus telah menerima murka Allah yang harusnya diterima oleh manusia, supaya manusia yang percaya kepadaNya tidak akan menerima murka Allah. Yesus telah mati di kayu salib, dikuburkan dan bangkit kembali untuk hidup selama lamanya.
KaryaNya di kayu salib telah memikul segala dosa kita [1 Petrus 2:24a], menebus pelanggaran pelanggaran kita [Ibrani 9:15]. Yesus telah mengampuni semua dosa kita, membenarkan kita dan menjadikan kita menjadi orang-orang benarNya Allah [1 Korintus 1:30; Roma 5:19].
Puji Tuhan, Yesus telah membenarkan kita melalui karyaNya di kayu salib. Kita dibenarkan bukan karena apa yang telah kita perbuat, tetapi oleh karena apa yang Yesus telah perbuat.
Yesus telah menguduskan kita dan telah menjadikan kita menjadi orang-orang kudusNya Tuhan [1 Korintus 1:30; Roma 1:7]. Karena perbuatan Yesus di kayu salib, kita diterima oleh Allah sepenuhnya. Bahkan kita telah dijadikan menjadi anak-anakNya. Dan Yesus Kristus telah menjadikan kita menjadi ciptaan baru.
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." [2 Korintus 5:17]
Dan setelah kita percaya Yesus, kita adalah ciptaan baru dan kita telah mengenakan manusia baru yang telah diciptakan oleh Allah untuk kita.
"dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." [Efesus 4:24]
Kehidupan kita yang lama telah mati bersama-sama dengan kematianNya, dikuburkan bersama-sama dengan Yesus, dan telah dibangkitkan bersama-sama dengan kebangkitan Kristus dalam kehidupan yang baru, dalam manusia baru. Itulah kehidupan yang baru yang dimiliki oleh setiap orang yang telah percaya kepada Yesus.
ROH KITA MENJADI CIPTAAN BARU
Pada saat kita percaya Yesus, maka sesuatu yang dahsyat terjadi di dalam roh kita. Roh kita yang sudah mati karena dosa Adam telah diganti dengan roh yang baru [Yehezkiel 36:26], itulah manusia baru kita.
Tetapi jiwa kita belum mengalami perubahan yang sangat besar walaupun mungkin terjadi sesuatu di jiwa kita ketika kita percaya Yesus. Misalnya: pada saat kita percaya Yesus, ada damai sejahtera dan sukacita di dalam hidup kita. Tetapi apa yang kita alami di jiwa kita tidak seperti apa yang dialami oleh roh kita.
Roh kita mengalami pemulihan yang sempurna sedangkan jiwa kita belum mengalami pemulihan yang sempurna. Itu sebabnya Rasul Paulus mengatakan di suratnya di Roma 12:2 supaya kita mengalami perubahan yang terus menerus terjadi di jiwa kita.
Sama seperti jiwa kita begitu juga dengan tubuh kita belum mengalami pemulihan yang sempurna. Tubuh kita akan mengalami pemulihan yang sempurna ketika Yesus datang ke-2 kalinya. Ketika Yesus datang yang ke-2 kalinya, maka tubuh kita diubah menjadi tubuh kemuliaan.
BANYAK ORANG KRISTEN BELUM MENIKMATI KEHIDUPAN BARUNYA
Mengapa banyak orang Kristen belum menikmati kehidupan barunya di dalam Kristus? Karena jiwa mereka belum mengalami perubahan yang terus menerus. Jiwa kita yang masih rusak karena dosa Adam dan harus mengalami perubahan terus menerus supaya setuju dengan apa yang sudah terjadi di dalam roh kita.
Di bab "Mengalaminya setiap hari", kita akan membahasnya lebih dalam lagi tentang mengapa kita harus mengalami perubahan yang terus menerus. Karena di bab ini, kita masih membahas lebih lagi tentang apa yang terjadi di dalam roh kita ketika kita dilahirkan kembali menjadi ciptaan baru.
Roh kita yang baru adalah roh yang sempurna, yang kudus dan yang benar di hadapan Allah. Roh kita yang baru adalah keberadaan kita yang sebenarnya di hadapan Tuhan.
Karena apa yang telah Yesus lakukan di kayu salib, itu terjadi di dalam roh kita ketika kita dilahirkan kembali. Roh kita yang baru didiami oleh Roh Tuhan.
"Sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia." [1 Yohanes 4:4]
Roh Tuhan tinggal bersama-sama di dalam roh yang baru. Roh Tuhan yang luar biasa, yang dahsyat tinggal di dalam roh kita. Dan tahukah Anda? Bahwa roh kita yang baru menjadi satu dengan Roh Tuhan.
"Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia." [1 Korintus 6:17]
Itulah manusia baru kita karena kita ada di dalam Yesus. Semua kepenuhan Allah berdiam di dalam roh kita. KuasaNya ada di dalam roh kita. Karakter dan sifat-sifatNya ada di dalam roh kita. Buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri ada di dalam roh kita.
Karena di dalam roh kita ada RohNya dan roh kita menjadi satu dengan RohNya. Roh kita dipenuhi dengan kemuliaan Tuhan. Wow, luar biasa itulah manusia baru kita di dalam Kristus.
Hiduplah seperti yang telah terjadi di dalam roh kita. Karena ketika kita hidup seperti yang telah terjadi di dalam roh kita yang baru maka kita akan hidup memuliakan Tuhan, hidup berkemenangan dan hidup berkelimpahan dan juga hidup kita akan menjadi berkat bagi banyak orang.
Itulah kehidupan baru yang Tuhan telah kerjakan bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Kehidupan kita yang lama telah berlalu dan sesungguhnya kehidupan yang baru telah datang, itulah kehidupan baru kita di dalam Kristus. Kehidupan yang dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, luar biasa bukan? Itulah kehidupan baru Anda dan saya sekarang, karena kita ada di dalam Kristus.
Kehidupan yang dimahkotai dengan kasih setia dan rahmat, kehidupan yang disertai oleh Tuhan senantiasa. Kehidupan yang penuh dengan kasih karunia dan kehidupan yang selalu diikuti oleh kebajikan dan kemurahan Tuhan. Itulah kehidupan baru Anda dan saya sejak kita percaya Yesus. Telah dilahirkan kembali untuk menjadi ciptaan baru, yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang. Puji nama Tuhan.
PENGAKUAN IMANKU
Di dalam Kristus,
saya adalah ciptaan baru
yang lama sudah berlalu
yang baru telah datang.
Di dalam Kristus
kehidupan saya sekarang
adalah kehidupan yang baru
dan kehidupan yang dimahkotai
dengan kemuliaan dan hormat.
Setelah kita menjadi orang percaya kepada Yesus, maka kita mengalami kelahiran kembali, kita menjadi ciptaan yang baru, yang lama sudah berlalu dan sesungguhnya yang baru sudah datang. Itulah yang Yesus kerjakan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Dan Yesus juga telah membenarkan kita dan menjadikan kita menjadi orang benar di dalam Dia. Itulah yang dikatakan oleh rasul Paulus kepada jemaat Tuhan di Roma:
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus." [Roma 3:23-24]
DIBENARKAN ARTINYA MEMILIKI KEDUDUKAN YANG BENAR DI HADAPAN TUHAN
Jadi status kita atau kedudukan kita di dalam Kristus adalah orang-orang yang telah dibenarkan. Tetapi sayangnya banyak orang percaya yang tidak meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa mereka adalah orang benar. Mereka masih menganggap diri mereka sebagai orang yang berdosa.
Apalagi ketika mereka gagal melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan di dalam firmanNya, mereka gagal hidup kudus atau sedang melakukan kebiasaan buruk atau dosa tertentu.
Pada saat itu mereka memandang diri mereka sebagai orang berdosa. Sehingga membuat mereka bukan semakin dekat dengan Tuhan tetapi semakin jauh dari Tuhan. Mengapa? Karena mereka merasa tidak layak di hadapan Tuhan.
Dan sebagai akibatnya mereka bukan keluar sebagai orang yang lebih dari pemenang dari dosa tersebut, tetapi sebaliknya mereka semakin terikat dengan dosa tersebut dan semakin terbelenggu dengan kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut.
ANUGERAH KEBENARAN
"Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus." [Roma 3:24]
Rasul Paulus mengatakan bahwa kita dibenarkan oleh kasih karunia, dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Itu artinya bahwa kita dibenarkan atau dijadikan benar bukan karena perbuatan-perbuatan kita tetapi karena apa yang telah Yesus lakukan di kayu salib.
Banyak orang percaya yang masih berusaha dengan usahanya, dengan perbuatannya supaya menjadi orang benar.
Tahukah Anda bahwa tidak ada satupun perbuatan manusia yang dilakukannya yang dapat menjadikan dirinya menjadi orang benar. Tidak ada sama sekali. Kita hanya dapat dibenarkan atau menjadi orang benar karena perbuatan Yesus di kayu salib bagi kita.
Menjadi orang benar adalah anugerah dari Tuhan, pemberian cuma-cuma dari Allah. Jika kita masih berusaha mendapatkannya dengan usaha-usaha kita, maka sebenarnya kita sedang berkata bahwa karya Yesus di kayu salib belum cukup untuk membenarkan kita. Itulah yang banyak dilakukan oleh orang-orang percaya yang tidak mengetahui kebenaran. Kita dibenarkan bukan karena usaha atau perbuatan kita, kita dibenarkan dan menjadi orang benar hanya karena perbuatan Yesus saja, titik.
"Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar." [Roma 5:19]
Ketidaktaatan Adam membuat semua orang, telah menjadi orang berdosa, demikian pula ketaatan Yesus membuat semua orang menjadi orang benar. Itulah status kita di dalam Yesus.
Kita adalah orang-orang benar. Itulah anugerah kebenaran yang Yesus telah berikan kepada kita yang percaya. Jadi menjadi orang benar itu adalah karena anugerah bukan karena perbuatan kita.
HANYA PERCAYA
Untuk menjadi orang benar, yang perlu kita lakukan adalah percaya saja terhadap apa yang telah Yesus lakukan bagi kita yang percaya. Seperti yang dilakukan oleh Abraham bapa orang percaya. Seperti yang tertulis di dalam Roma 4:3
"Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? "Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran."
Allah menyatakan bahwa Abraham benar bukan berdasarkan apa yang telah dia lakukan, tetapi semata-mata karena dia percaya kepada Allah. Dengan cara itulah kita juga dibenarkan. Percayalah bahwa setelah Anda percaya Yesus, lahir baru, Anda adalah orang benar di dalam Tuhan. Jangan lagi ditipu oleh si iblis yang membisikkan ke telinga Anda dan mengatakan bahwa Anda adalah orang berdosa dan Anda tidak layak di hadapan Tuhan. Jangan percaya tipuan iblis, tetapi percayalah apa yang firman-Nya telah katakan tentang Anda di dalam Yesus.
Mengapa kita dapat menjadi orang benar? Apa yang telah Yesus lakukan kepada kita? Raja Daud pernah berkata: berbahagialah orang yang dibenarkan Allah bukan karena perbuatannya tetapi karena perbuatan Allah. Dan berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya dan yang ditutupi dosa-dosanya, yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan (Roma 4:6-8).
Itulah yang Yesus lakukan bagi kita yang percaya. Yesus telah mengampuni segala dosa dan pelanggaran kita. Dan Yesus telah menghapus segala dosa kita. Karena perbuatan Yesuslah maka kita menjadi orang benar.
Tetapi mengapa saya masih terikat dengan kebiasaan-kebiasaan buruk? Bukankah Yesus telah menjadikan saya menjadi orang benar? Mungkin itulah yang ada di pikiran Anda sekarang ini, saat Anda sedang membaca buku ini. Tahukah Anda, mengapa itu terjadi? Itu dikarenakan Anda tidak mengetahui kebenaran ini. Karena ketika Anda tahu kebenaran ini dan Anda percaya kebenaran ini, yaitu Anda adalah orang benar di dalam Yesus.
Maka saya percaya, apa yang Anda percayai itu akan terjadi. Karena kepercayaan yang benar akan menghasilkan tindakan yang benar. Kepercayaan yang benar akan menghasilkan hidup yang benar.
Dibenarkan artinya memiliki kedudukan yang benar di hadapan Tuhan. Tuhan melihat kita sebagai orang benar bukan karena apa yang telah kita lakukan, tetapi Tuhan melihat kita sebagai orang benar karena kita percaya kepada Yesus, percaya akan apa yang telah Yesus lakukan di kayu salib.
Tuhan melihat kita sebagai orang yang benar dan memperlakukan kita sebagai orang yang telah dibenarkan oleh Darah Yesus. Sama seperti Allah melihat dan memperlakukan Abraham sebagai orang benar karena kepercayaannya kepada Allah.
Demikian juga hal yang sama terjadi kepada kita yang percaya kepada Yesus, Allah melihat dan memperlakukan kita sebagai orang benar. Jadi percayalah dan terimalah status Anda yang baru di dalam Kristus. Anda sekarang bukan sebagai orang yang tidak benar tetapi Anda adalah orang benar. Itulah anugerah yang telah kita terima di dalam Yesus.
Ketika Anda percaya bahwa sekarang Anda adalah orang benar, maka Anda akan bertindak sebagai orang benar, Anda akan memiliki cara hidup sebagai orang benar. Anda pasti akan menang atas kebiasaan-kebiasaan buruk yang sedang mengikat Anda.
Anda adalah orang benarNya Tuhan. Dan karena kita adalah orang-orang benarNya Tuhan, maka kita dapat mengalami berkat-berkat Tuhan bagi orang-orang benar.
"Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai." [Mazmur 5:13]
Kita dibenarkan oleh kasih karunia, dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
PENGAKUAN IMANKU
Di dalam Kristus,
saya adalah
orang benarnya Tuhan,
karena saya telah
dibenarkan oleh Tuhan
bukan karena perbuatan saya
tetapi karena perbuatan
Yesus di salib buat saya.
Saya orang benarnya Tuhan
dan Tuhan memagari saya
dengan anugerahNya.
Puji Tuhan, setelah kita menjadi orang percaya, kita adalah orang-orang benarNya Tuhan, karena telah dibenarkan oleh pengorbanan Yesus di kayu salib. Kita dibenarkan bukan karena apa yang telah kita perbuat atau apa yang akan kita perbuat, tetapi kita dibenarkan dan menjadi orang benar karena perbuatan Yesus di kayu salib.
Sama seperti menjadi orang benar bukan karena perbuatan kita, begitu juga menjadi orang kudus juga bukan karena perbuatan kita, tetapi itu juga karena perbuatan Yesus bagi kita. Menjadi orang kudus itu adalah status kita juga di dalam Kristus.
Tetapi sayangnya banyak orang percaya yang tidak melihat diri mereka sebagai orang kudusNya Tuhan, mereka masih menganggap diri mereka sebagai orang berdosa. Ada juga orang orang percaya yang melihat hidup mereka sebagai orang berdosa dan sebagai orang kudus. Mereka hidup di dalam dua keadaan. Mereka tidak yakin bahwa di dalam Kristus mereka adalah orang orang kudus.
Sangat membingungkan bukan? Coba bayangkan jika ada seseorang di mana dia tidak yakin apakah dia seorang perempuan atau dia seorang laki-laki. Apa yang akan terjadi dengan orang tersebut? Yang pasti, dia akan menderita dengan kebingungan dan tersiksa dengan keadaan seperti itu. Itu merugikan sekali bagi dirinya sendiri.
Banyak orang percaya masih hidup seperti, pada saat dia sepertinya "hidup kudus", maka dia merasa sebagai orang kudus, tetapi pada saat dia jauh dari Tuhan, jatuh ke dalam perbuatan dosa, maka dia merasa sebagai orang berdosa. Ini tidak boleh terjadi dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Bagaimana jalan keluarnya? Jika Anda mengetahui kebenaran, maka kebenaran itu akan memerdekakan Anda.
SATU KALI DIKUDUSKAN UNTUK SELAMA-LAMANYA
"Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus." [Ibrani 10:10]
Tahukah Anda bahwa adalah kehendak Tuhan untuk menguduskan kita yang percaya kepada Yesus? Dan tahukah Anda bahwa Tuhan telah menguduskan kita satu kali untuk selama-lamanya? Luar biasa karya Yesus bagi kita yang percaya.
Itu artinya kita menjadi orang kudus bukan untuk sementara tetapi untuk selama-lamanya. Menjadi orang kudus bukan karena perbuatan-perbuatan kita. Yesus telah menjadikan kita kudus melalui pengorbananNya di kayu salib.
Sayangnya masih banyak orang percaya memandang diri mereka belum kudus dan mereka berusaha keras untuk menjadi kudus. Pada kenyataannya kita telah menjadi kudus, dan menjadi orang kudusNya Tuhan.
Itulah yang Yesus lakukan bagi kita yang percaya. Melalui darahNya yang telah tercurah di kayu salib, Yesus telah menguduskan kita dan menjadikan kita orang kudus. Tuhan melihat kita sebagai orang-orang kudus untuk selama-lamanya.
Walaupun seringkali kita merasa tidak kudus karena kegagalan-kegagalan yang kita lakukan. Dan seringkali kita tidak percaya kepada apa yang Yesus telah lakukan bagi kita. Kita lebih percaya kepada apa kata orang tentang diri kita dan kita lebih percaya akan perbuatan-perbuatan kita dibanding kita percaya kepada apa yang telah Yesus lakukan bagi kita melalui karyaNya di kayu salib.
Bagaimana dengan kebiasaan-kebiasaan lama yang mungkin seringkali kita masih lakukan? Apakah itu membuktikan bahwa kita bukanlah orang-orang kudus? Saya percaya bahwa kita telah dikuduskan oleh darah-Nya satu kali untuk selama-lamanya dan kita sedang belajar supaya kita terbiasa dengan hidup kudus tersebut.
Kita sedang belajar mempraktikkan kehidupan yang kudus itu dan sementara kita sedang belajar untuk hidup kudus selalu ada kelemahan-kelemahan, cacat-cacat dan dosa yang mungkin kita lakukan.
Tetapi percayalah kepada firmanNya bahwa penebusan yang Yesus lakukan itu mampu menutup semuanya itu, pada masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang. Karya Yesus itu sempurna, kekal, dahsyat dan ajaib, dan oleh satu korban saja, Ia telah menyempurnakan selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.
"Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan." [Ibrani 10:14]
JEMAAT TUHAN DI DALAM PERJANJIAN BARU
Di dalam surat Kisah Para Rasul, firman Tuhan menyebut jemaat Tuhan sebagai orang-orang kudusNya Tuhan. Sebagai contoh, perkataan Ananias tentang jemaat Tuhan yang di Yerusalem. Ketika Ananias diperintahkan oleh Tuhan untuk menemui Saulus dan mendoakannya, Ananias sempat menolak dengan alasan bahwa Saulus telah menganiaya jemaat Tuhan di Yerusalem.
Ananias menyebut jemaat Tuhan di Yerusalem sebagai orang-orang kudusNya Tuhan [Kisah Para Rasul 9:13]. Dalam perjalanan pelayanan Rasul Petrus, dia singgah juga kepada orang-orang kudus di Lida. Juga Paulus menyebut jemaat-jemaat Tuhan di Roma, di Korintus, di Galatia dan di kota-kota yang lain, sebagai orang-orang kudus.
"Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus." [Roma 1:7]
"Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus." [Efesus 1:1]
Di dalam Perjanjian Baru tidak ada jemaat yang bergumul dengan amoralitas dan kedagingan dengan lebih nyata dibandingkan dengan jemaat di Korintus. Mereka bergumul dengan segala macam kejahatan, perpecahan [1 Korintus 1:10-11], dengan kesombongan [1 Korintus 3:18], dan bahkan dengan dosa amoralitas yang mencolok.
Jemaat Tuhan di Korintus sangat tidak dewasa, dan dipengaruhi oleh kedagingan. Tetapi walaupun keadaan jemaat di Korintus seperti itu, Paulus tetap menyebut mereka sebagai orang-orang kudus yang telah dikuduskan dalam Kristus.
"kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita." [1 Korintus 1:2]
Luar biasa bukan? Karya Yesus itu sempurna, telah menguduskan orang yang percaya kepadaNya satu kali untuk selama-lamanya. Juga rasul Petrus menulis surat kepada orang-orang percaya yang ada di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia kecil dan Britania sebagai orang-orang yang dikuduskan oleh Roh. Juga di 1 Petrus 2:9, Petrus mengatakan bahwa mereka adalah bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri.
"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib."
Kita sebagai orang-orang yang percaya kepada Yesus, di mata Tuhan, kita adalah orang-orang kudus, bangsa yang kudus, milik kepunyaan Tuhan. Maka sekarang jangan lagi iblis menipu Anda lagi yang mengatakan bahwa Anda bukan orang kudusNya Tuhan, dan Anda tidak layak bagi Tuhan. Tolak pemikiran yang mengatakan bahwa Anda bukan orang kudus. Karena yang benar adalah bahwa di dalam Yesus, Anda adalah orang kudusNya Tuhan.
Percayalah itu dan terimalah kenyataan itu serta praktikkanlah kehidupan yang kudus yang Yesus telah anugerahkan kepada Anda. Dan lihatlah serta alamilah kuasa Tuhan yang akan menolong Anda mengalahkan kebiasaan-kebiasaaan buruk yang selama ini telah mengikat Anda.
Anda telah dibenarkan dan telah dikuduskan oleh darahNya Yesus, sehingga sejak kita menjadi orang percaya, Anda menjadi orang benar dan orang kudus. Dia melihat kita sebagai orang kudus, karena kita ada di dalam Yesus.
Katakan dengan suara yang keras, bahwa Anda adalah orang yang telah dikuduskan dan menjadi orang kudus untuk selama-lamanya. Dan pujilah namaNya serta bersyukurlah atas perbuatanNya yang sangat besar itu bagi Anda.
"Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita." [1 Korintus 1:30]
PENGAKUAN IMANKU
Di dalam Kristus,
saya adalah orang kudusnya Tuhan,
karena saya telah
dikuduskan oleh Tuhan
bukan karena perbuatan saya,
tetapi karena perbuatan Yesus
di salib buat saya.
Saya orang kudusnya Tuhan.
Allah telah menjadikan setiap kita yang percaya kepada Yesus menjadi ciptaan baru atau manusia baru dan Dia juga membenarkan kita sehingga kita menjadi orang-orang benarNya Tuhan serta Dia juga telah menguduskan kita satu kali untuk selama-lamanya, sehingga kita juga adalah orang-orang kudusNya Tuhan.
Luar biasa bukan, karya Yesus itu bagi kita yang percaya? Ya, karya Yesus itu sempurna, kekal dan sudah selesai.
Dan Dia juga telah menjadikan kita yang percaya kepada Yesus, menjadi anak-anakNya seperti yang tertulis di Injil Yohanes 1:12
"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya."
Tuhan menjadikan kita sebagai anak-anakNya, karena Dia mau hubunganNya dengan kita yang percaya lebih dari sekadar dari hubungan antara Sang Pencipta dengan umat ciptaanNya. Tuhan mau memiliki hubungan yang lebih dari itu, Dia mau hubunganNya dengan kita yang percaya sebagai Bapa dengan anak-anakNya. Dia sangat menginginkan itu. Itulah yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam suratnya di Efesus 1:5
"Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya."
DALAM KASIH
Ini menyatakan kepada kita bahwa Allah adalah kasih dan Dia menjadikan kita sebagai anak-anakNya karena kasihNya dan Dia mau memiliki hubungan yang berdasarkan kasih dengan kita yang percaya kepada Yesus.
Allah ingin menjadikan kita yang percaya menjadi objek kasihNya. Bahkan Dia begitu mengasihi kita sebelum kita menjadi anak-anakNya. Dia sudah mengasihi kita pada waktu kita masih menjadi orang berdosa. Itu yang dikatakan oleh Rasul Paulus di kitab Roma 5:8
"Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."
Luar biasa bukan? Coba baca sekali lagi Roma 5:8, dan perhatikan kata demi kata, Dia sudah mengasihi kita sebelum kita menjadi orang percaya, Dia sudah mengasihi kita ketika kita masih berdosa. Itu sekali lagi membuktikan kepada kita bahwa Allah adalah kasih. Dia sangat mengasihi kita. Dia mengasihi Anda dan saya. Kita adalah orang-orang yang dikasihi olehNya.
DARI SEMULA
Rencana Allah untuk menjadikan kita sebagai anak-anakNya bukanlah sebuah rencana yang tiba-tiba atau mendadak. RencanaNya untuk menjadikan kita sebagai anak-anakNya bukan pada waktu kita percaya kepada Yesus. Tetapi rencanaNya itu sudah ada dari semula. Sebelum kita dilahirkan ke dalam dunia, sebelum kehidupan kita dimulai di bumi ini, bahkan sebelum dunia dijadikan.
Tahukah Anda bahwa Tuhan telah merencanakan untuk menjadikan kita untuk menjadi anak-anakNya, sudah direncanakan olehNya dari sejak semula? Luar biasa bukan? Anda dan saya adalah anak-anakNya yang dikasihiNya yang sudah ditetapkan dari semula.
ANAK-ANAK YANG DIADOPSI
Dalam Alkitab versi KJV dipakai kata "untuk diadopsi menjadi anak-anakNya. Biasanya jika seseorang di dalam dunia ini mau mengadopsi seorang anak untuk menjadi anaknya, maka orang tersebut akan sangat memperhatikan atau mempertimbangkan beberapa hal yang sangat penting.
Orang itu akan memperhatikan bagaimana keadaan fisik anak itu. Sehatkah? Normalkah? Bagaimana parasnya? Cakap atau cantikkah anak itu? Bagaimana "pohon keluarganya"? Siapakah orangtua dari anak tersebut? Jika beberapa hal tersebut di atas jawabannya tidak baik, maka orang tersebut pasti tidak jadi mengadopsi anak tersebut.
Walaupun saya tahu, ada seorang bapa rohani saya yang sudah pernah mengadopsi beberapa anak-anak yang tidak memenuhi syarat menjadi anak-anaknya. Tetapi pada umumnya yang terjadi adalah orang-orang akan mengadopsi seorang anak yang memenuhi syarat untuk menjadi anak-anak mereka.
Tetapi tidak demikian dengan Tuhan yang kita kenal di dalam Yesus, Dia tidak seperti manusia yang hanya mau mengadopsi seorang anak yang memenuhi syarat-syaratnya. Tetapi kebenarannya adalah Dia telah menetapkan untuk mengadopsi kita menjadi anak-anakNya dari sejak semula. Tidak peduli bagaimana keadaan kita, siapakah kita atau bagaimana latar belakang kita.
Dia tidak peduli apa yang telah kita perbuat, apakah yang telah kita capai di dalam dunia ini. Dia telah memutuskan untuk mengadopsi kita sejak semula, walaupun menurut ukuran manusia kita tidak memenuhi syarat, tidak bijak, tidak hebat dan tidak terpandang serta tidak berpengaruh seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus di 1 Korintus 1:26
"Ingat saja, saudara-saudara bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak yang terpandang."
Tuhan tidak peduli dengan itu semuanya. Dia telah memilih Anda dan saya untuk menjadi anak-anakNya. Anak-anak yang diadopsi adalah anak-anak yang diinginkan. Itu berarti ketika Allah mengadopsi kita untuk menjadi anak-anakNya, Dia menginginkan itu. Dia ingin kita menjadi anak-anakNya. Segala pujian dan kemuliaan hanya bagi Tuhan kita.
SESUAI DENGAN KERELAAN KEHENDAKNYA
Kata Yunani yang dipakai untuk kata "kehendak" mempunyai arti "sebuah hasrat yang bergolak yang lahir dari hati seseorang atau emosi seseorang". Jadi Tuhan sangat berkeinginan untuk menjadikan kita sebagai anak-anak adopsiNya.
Dia begitu rindu dan bersukacita untuk melakukan rencanaNya bagi hidup kita untuk menjadi anak-anakNya. Dan kehendakNya itu dilakukan dengan rela bukan karena terpaksa atau karena paksaan.
Jika seseorang melakukan perbuatan baik kepada seseorang yang lain, tetapi dia melakukannya dengan terpaksa atau dengan bersungut-sungut atau sedih atau marah. Maka orang lain yang menerima perbuatan baik dari orang tersebut akan menerimanya tidak dengan sukacita.
Tetapi tidak demikian dengan Tuhan kita, Dia melakukannya dengan sukacita, Dia mengadopsi kita dengan keinginan yang kuat. Dia begitu senang melakukannya. Karena dalam kasih Dia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya sesuai dengan kerelaan kehendakNya.
TUHAN ADALAH BAPA KITA YANG BAIK
Sekarang kita tahu bahwa Tuhan dengan rela, dengan sukacita menginginkan kita menjadi anak-anak adopsiNya. Dan itu telah ditetapkan dari semula. Karena Dia sangat menginginkan hubungan kita dengan Dia memiliki hubungan kasih seperti anak dengan bapanya.
Tetapi sayangnya banyak orang percaya yang masih memiliki pandangan yang salah mengenai Tuhan kita sebagai Bapa yang baik. Ada orang percaya yang memiliki pandangan bahwa Bapa kita di Sorga adalah Bapa yang kejam, Bapa yang tidak baik, Bapa yang pilih kasih, dan masih banyak lagi pandangan-pandangan yang salah tentang Bapa di Sorga.
Kebenarannya adalah Dia adalah Bapa kita yang baik bahkan sangat baik. KasihNya tidak berubah terhadap kita. Dia selalu memberikan yang baik kepada kita yang adalah anak-anak yang dikasihiNya. Sekalipun kita sering gagal untuk menyenangkanNya, Dia tetap mengasihi kita.
Bacalah perumpamaan yang dikatakan oleh Yesus mengenai anak yang terhilang yang terdapat di Injil Lukas 15:11-32 ini.
"Yesus berkata lagi: 'Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya.
Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk.
Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.'"
Apa yang sudah dilakukan oleh anaknya yang bungsu itu? Si bungsu meninggalkan ayahnya dengan membawa hartanya. Dengan semua kejahatan dan perbuatan yang salah yang dilakukan oleh si bungsu itu, akhirnya si bungsu jatuh miskin, sehingga hidupnya sangat menderita. Dan ia mengambil keputusan untuk kembali ke rumah bapanya.
Walaupun dengan ketakutan bahwa bapanya akan sangat marah, maka si bungsu itu akan meminta bapanya menjadikannya menjadi salah satu hamba dari ayahnya saja. Apa yang tejadi setelah si bungsu itu bertemu kembali dengan bapanya? Apakah ketakutan yang dipikirkan oleh si bungsu tentang bapanya itu menjadi kenyataan?
Ternyata yang dilakukan si bapa itu bertolak belakang dengan apa yang telah dipikirkan oleh si bungsu itu. Apa yang terjadi ketika si bungsu itu datang kepada bapanya? Bapanya sudah lama menantikan pertemuan itu terjadi.
Ketika bapanya melihat anaknya yang bungsu itu masih jauh, maka karena belas kasihan bapanya itu berlari dan mendapatkan dia dan memeluknya. Bapanya tidak memarahi si bungsu, dan juga bapanya tidak mengungkit-ungkit kesalahannya.
Seringkali kita mempunyai pandangan bahwa Bapa kita di Sorga suka mengingat-ingat kesalahan kita. Itu pandangan yang salah tentang Bapa kita yang di Sorga. Dia tidak mengingat-ingat lagi dosa-dosa dan kesalahan kita.
"Dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka." [Ibrani 10:17]
Luar biasa bukan? Itulah pandangan yang benar tentang Bapa kita di sorga. Sekarang kita kembali lagi ke perumpamaan tentang anak yang terhilang. Apa yang bapanya lakukan ketika si bungsu pulang ke rumahnya? Bapanya memeluk dia, itu artinya bapanya menerima dia, karena bapanya sangat merindukannya.
Lalu bapanya memberikan cincin, jubah dan sepatu. Apa artinya itu? Itu berarti bapanya mengingatkan si bungsu bahwa dia adalah anaknya. Karena seorang hamba tidak mendapatkan cincin, jubah dan sepatu. Seorang anak yang layak mendapatkan itu. Dan setelah itu bapanya buat pesta untuk anaknya si bungsu itu.
Yesus memberikan perumpamaan itu untuk menjelaskan tentang gambaran Bapa kita yang di sorga yang sangat bertolak belakang dengan bapa-bapa menurut hukum Taurat.
Di dalam hukum Taurat, jika ada seorang anak laki-laki yang kurang ajar, membuat kecewa bapanya, maka bapanya itu akan membawa anak itu di pintu gerbang, dan bapanya itu akan meminta para tua-tua kota itu untuk melempari anak itu dengan batu sampai mati.
"Apabila seseorang mempunyai anak laki-laki yang degil dan membangkang, yang tidak mau mendengarkan perkataan ayahnya dan ibunya, dan walaupun mereka menghajar dia, tidak juga ia mendengarkan mereka, maka haruslah ayahnya dan ibunya memegang dia dan membawa dia keluar kepada para tua-tua kotanya di pintu gerbang tempat kediamannya, dan harus berkata kepada para tua-tua kotanya: Anak kami ini degil dan membangkang, ia tidak mau mendengarkan perkataan kami, ia seorang pelahap dan peminum. Maka haruslah semua orang sekotanya melempari anak itu dengan batu, sehingga ia mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu; dan seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut." [Ulangan 21:18-21]
Yesus melalui perumpamaan itu sedang menjelaskan bahwa Bapa kita di Sorga itu sangat berbeda dengan bapa-bapa di dunia ini. Dia adalah Bapa yang baik, bahkan sangat baik.
Mungkin Anda sedang gagal dan jatuh ke dalam dosa. Dan Anda berpikir bahwa Bapa di Sorga tidak mau menerima Anda, tidak mau mengampuni Anda, tidak mengasihi Anda lagi, karena Anda telah gagal menyenangkan hatiNya.
Itu pikiran yang salah. Jangan lari dari kasihNya, kembalilah kepadaNya, Dia pasti menerima Anda apa adanya, karena Dia sangat mengasihi Anda.
Dia tidak pernah meninggalkan Anda, Dia tidak pernah menolak Anda. Kalau Anda mempunyai pikiran bahwa Allah tidak mengasihi Anda, tidak menerima Anda, dan tidak mau mengampuni Anda, itu adalah kebohongan dari si iblis. Jangan percaya kebohongan si iblis. Percayalah firmanNya.
Dia tidak mengingat-ingat lagi dosa-dosa Anda. Anda sudah dibenarkan, dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya. Dan Anda adalah Anak adopsiNya yang sangat dikasihiNya. Itulah status Anda di dalam Yesus. Dia adalah Bapa yang baik bahkan sangat baik. Selalu memberikan yang baik buat Anda.
PENGAKUAN IMANKU
Di dalam Kristus,
saya mempunyai Bapa di sorga
yang sangat mengasihi saya,
yang telah mengangkat saya
menjadi anakNya.
Di dalam Kristus,
saya adalah orang yang
sangat dikasihi Tuhan.