- A pa yang firman Tuhan katakan kepada saya?
- B agaimana saya dengan firman Tuhan itu?
- C atat komitmen saya terhadap firman Tuhan itu!
- D oakan komitmen saya itu!
Tuesday, 25 August 2026
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (Matius 5:9)
Kata “damai” dalam bahasa Yunani adalah “eirene” dan dalam bahasa Ibrani adalah “shalom”. Kata “damai” bukan berarti tidak adanya persoalan atau kesulitan, tetapi segala sesuatu yang membawa dan membuat kebaikan bagi manusia. Jadi “orang yang membawa damai” berarti orang itu membawa kebaikan atau membuat kebaikan bagi sesama di tengah keadaan yang tidak baik. Dia membuat suasana atau keadaan yang tidak baik menjadi baik. Berbeda sekali dengan orang yang tidak membawa damai. Keadaan dan situasi yang baik bisa diubahnya menjadi tidak baik. Orang yang membawa damai, adalah orang yang membawa perubahan dari yang tidak baik kondisinya menjadi baik bahkan menjadi lebih baik lagi. Orang yang membawa damai akan disebut anak-anak Allah. Itulah yang Yesus ajarkan kepada murid-murid-Nya.
Anda dan saya yang sudah dijadikan menjadi anak-anak Allah harus mempraktekkan gaya hidup pembawa damai. Mengapa? Karena Allah Bapa kita adalah Allah Pendamai, Pembawa Damai dan Sumber damai. “Allah, sumber damai sejahtera, menyertai kamu sekalian! Amin. (Roma 15:33). Marilah kita berfungsi sebagai pembawa damai di tengah keluarga kita, di gereja lokal, di komunitas dan di mana pun kita berada. Berfungsilah sebagai “peace maker” dan bukan “trouble maker”
- A pa yang firman Tuhan katakan kepada saya?
- B agaimana saya dengan firman Tuhan itu?
- C atat komitmen saya terhadap firman Tuhan itu!
- D oakan komitmen saya itu!
DI DALAM KRISTUS, SAYA SUDAH DIDAMAIKAN DENGAN ALLAH, DIPENUHI DENGAN DAMAI-NYA DAN MENJADI PEMBAWA DAMAI-NYA
1 Raja – Raja 7 & Lukas 17